Media Have Fun, Jakarta – Artikel kali ini akan mengulas mengenai Ecobrick. Apa sih Ecobrick itu? disimak dulu ya ^~^..

Ecobrick adalah botol plastik yang di isi penuh dan padat dengan sampah non organik dan yang tidak terurai secara alami. Selanjutnya bisa dipakai sebagai balok atau bata bangunan. Ecobrick bisa dipakai untuk membuat furniture modular, misal bangku, meja, atau yang bisa di bongkar pasang seperti lego, taman atau kebun, dan bangunan seperti sekolah atau rumah. Dan, Ecobrick ini merupakan teknologi kolaborasi yang ampuh yang menyesuaikan solusi sampah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat luas. Ecobrick juga cara asyik dimana kita bisa ambil peran, beraksi di hari ini untuk menghentikan polusi dan mulai mewujudkan mimpi akan hidup yang lebih sehat bersama lingkungan kita.

Apa sih tujuan dari Ecobrick ini ???

… Tujuan pembuatan Ecobrick adalah untuk menjebak atau mengunci (sampah) plastik agar tidak mencemari lingkungan.

 

Wah menarik ya Ecobrick ini, sudah terbayang dong tujuan mulia dari Teknologi ini. Untuk info lengkap perihal teknologi Ecobrick ini Partners bisa lihat di website resmi nya www.ecobricks.org

 

Masih berkaitan dengan Ecobricks, pada tanggal 12.13.dan 14 Januari kemarin. Ecobrick menyelenggarakan sebuah pameran di Yogyakarta. Di event ini ada anggota aksi individu dari Seasoldier yang bernama Kak Didie Diah N. Sedikit bocoran nih Partners,, Seasoldier bukan lah sebuah Komunitas, melainkan aksi individu dalam hal menyebarkan virus ramah lingkungan. Dan cara penulisan nya memang di gabung menjadi Seasoldier tidak di pisah, walaupun memang berasal dari dua suku kata. Biasanya, aksi Seasoldier akan di upload di akun Media Sosial, umum nya pada instagram dengan hashtag #seasoldier dan akan di tag ke @seasoldier_ Tujuan nya agar aksi ramah lingkungan para anggota dan volunteer Seasoldier dapat menjadi contoh baik bagi kawan-kawan, kerabat atau kepada siapa saja yang melihat postingan tersebut. Untuk Founder Seasoldier ini Peserta Miss Universe tahun 2006 asal Indonesia yaitu Kak Nadine Chandrawinata dan untuk Co-founder nya Kak Dinni Septianingrum.

 

Kak Didie sebagai perwakilan dari Seasoldier yang berpartisipasi di event Ecobricks di Yogyakarta, telah berbagi cerita dan pengalaman nya selama di Yogyakarta dalam rangka Training of Trainer Ecobrick selama 3 hari. Penyelenggara dari event tersebut Global Ecobricks Alliance.

 

 

Gambar diatas adalah foto Kak Didie. Kak Didie memegang Ecobrick pertamanya. Dalam pembuatan nya, tidak hanya memasukkan plastik, tetapi memadatkan nya. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk membuat nya menjadi sempurna. Dan membutuhkan lebih dari 200 bungkus mie instant untuk membuat nya menjadi padat.

 

 

Kalau yang ini, Foto Kak Didie bersama kawan nya dari Seasoldier yang bernama Kak Egi (berbaju hitam), bersama Mr. Russel Maier, penggagas Ecobrick, dan Kak Ani Himawati, beliau yang mengembangkan Ecobrick di Indonesia.

 

 

Kemudian, ini ketika workshop, Kursi yang di pakai, merupakan Ecobrick.

 

 

Proses mencoba pembuatan Ecobrick.

 

 

Foto ini, bersama para peserta Training of Trainer dari berbagai daerah. Dari Jakarta, Jombang, Surabaya, Tuban, dan Yogyakarta.

 

 

Dan yang terakhir ini adalah Module Ecobrick yang bisa di jadikan Kursi, Meja, dan juga Lego.

 

Semoga artikel ini bermanfaat ya Partners, sampai berjumpa lagi di artikel selanjutnya.

 

by Mei.

Komentar